Beberapa orang yang saya kenal merasa "jealous" terhadap keberhasilan teman nya dalam karir maupun usaha. Atas keahlian yang mereka punya sebab mereka bekerja keras. Terkadang saya bingung kenapa mereka berpilaku seperti itu. Padahal menurut saya, keberhasilan yang teman nya dapat adalah secara tidak langsung menguntungkan untuk mereka juga.
Anggap saja kalo teman anda menjadi seorang manager sebuah perusahaan. Paling tidak terdapat kesempatan yang lebih baik untuk menawarkan product yang anda punya ke perusahaan nya tersebut dengan lebih mudah, karena mereka memiliki power untuk membuat keputusan. Atau pun teman anda sukses menjadi seorang pengusaha sukses. Tanya tentang trik keberhasilan usaha nya adalah hal yang wajar, dan saya sangat yakin kalo mereka akan memberikan nya dengan senang hati juga. Bahkan mungkin saja mereka menawarkan untuk bekerja sama membangun usahanya dengan anda. Karena pasti nya seorang kawan akan lebih percaya dengan kawan nya dari pada orang asing.
Jadi kalo anda merasa kalau anda selalu "jealous" terhadap keberhasilan teman, perbaiki lah sekarang juga. Keberhasilan mereka harusnya menjadi motivasi terhadap kehidupan pribadi anda sendiri untuk menjadi lebih maju.
Monday, March 21, 2011
Sunday, March 13, 2011
Gagal dalam startup
Sejak kecil, saya sudah bercita - cita untuk menjadi seorang wirausahawan. Tak pernah sekalipun untuk bercita - cita menjadi seorang manager ataupun seorang direktur sebuah perusahaan. Semangat wirausaha itu pun masih tetap ada sampai saat ini. Kalau bisa dibilang, skrng bekerja hanya untuk bertahan hidup. Bukan suatu tujuan hidup utama. Disela - sela kesibukan kantor, selalu saya sempatkan untuk berpikir tentang usaha yang mau saya buat. Salah satu nya adalah membuat sebuah startup business dalam bidang website.
Tapi ternyata untuk membuat suatu usaha seperti ini membutuhkan suatu effort yang besar. Beberapa kali saya mencoba, selalu saja gagal (sampai saat saya menulis artikel ini). Saya pun berpikir, sebetulnya dimana sih letak kesalahan saya yang membuat saya selama ini gagal ditengah jalan.
Terlalu banyak interferensi pemikiran dari pihak luar
Saya membaca, menonton, bahkan mengikuti suatu acara startup yang berbayar untuk mengisi untuk menambah wawasan saya. Tapi sejujur nya, saya pikir itu bukanlah suatu yang essensial untuk diikuti. Dan beberapa acara / video / tulisan bukan lah merupakan suatu hal yang pantas untuk diikuti khusus nya untuk saya. Mungkin acara tersebut lebih tepat ditujukan untuk orang - orang sudah memiliki usaha langsung. Bahkan beberapa malah menyesatkan saya dalam usaha membangun start up.
Partner Startup
Salah satu pembicara yang sangat terkenal dan sering menjadi pembicara pada podcast yang ada pada stanford enterpreneur corner. yaitu Guy Kawasaki. Beliau memiki konsep yang membuat saya menjadi terpatok pada pemikiran nya. Beliau memiliki suatu pendapat bahwa untuk membangun startup business selayaknya tidak sendiri. Paling tidak ada 3 orang dalam satu team dalam memulai suatu start up business.
Saya pun awal nya berpikiran sama seperti beliau. Berusaha untuk mencari team yang dapat diajak untuk bekerja sama. waktu kemarin saya memikili team yang saya pikir cukup kuat. 3 orang yang memiliki back ground berbeda bekerja saya untuk mebuat suatu startup. Tapi ternyata suatu konsep tidak lah selalu sesuai dengan kenyataan yang ada. Satu persatu team member mengundurkan diri dalam project tersebut. Hingga akhir nya saya pun tinggal seorang diri.
Project yang terlalu besar
Dengan sedikit berat hati saya pun tetap melanjutkan project tersebut. Project tersebut dapat dibilang project yang cukup besar untuk dilakukan oleh team kecil. Bahkan kalau saya hitung, project tersebut dapat dilakukan oleh 10 orang bekerja fulltime itu pun menbutuhkan waktu yang cukup lama. mungkin setengah tahun.
Ide tanpa eksekusi yang baik
Beberapa hal yang sangat saya kecewakan pada team saya kemarin adalah kegiatan menggali ide tanpa suatu eksekusi yang baik.Bahkan saya sempat mengatakan bahwa suatu ide yang brilian tidak akan membuat program menjadi nyata. Tapi untuk membuat suatu program kita harus menuangkan ide tersebut kedalam ribuan baris code.
Kemarin saya sempat membaca suatu artikel , pada artikel tersebut dijelaskan bahwa suatu ide tidak akan membuat anda menjadi kaya. tapi eksekusi lah yang tepat lah yang membuat anda menjadi berharga.
Ketakutan untuk mencoba kembali
Setelah pengalaman tersebut, saat ini saya menjadi sangat terbebani oleh pemikiran saya sendiri. terkadang saya malah "takut" untuk memulai pemikiran baru. Karena takut akan kegagalan demi kegagalan dalam membangun ide menjadi suatu startup.
Beberapa hari kemarin, saya mencoba membangun diri saya kembali. Menelaah setiap sisi yang membuat saya gagal. Sampai akhir nya saya mencoba kembali untuk memberanikan diri untuk mencoba kembali menuangkan ide untuk dijadikan suatu start up. Setelah itu saya pun memiliki beberapa prinsip untuk memulai start up itu :
Tapi ternyata untuk membuat suatu usaha seperti ini membutuhkan suatu effort yang besar. Beberapa kali saya mencoba, selalu saja gagal (sampai saat saya menulis artikel ini). Saya pun berpikir, sebetulnya dimana sih letak kesalahan saya yang membuat saya selama ini gagal ditengah jalan.
Terlalu banyak interferensi pemikiran dari pihak luar
Saya membaca, menonton, bahkan mengikuti suatu acara startup yang berbayar untuk mengisi untuk menambah wawasan saya. Tapi sejujur nya, saya pikir itu bukanlah suatu yang essensial untuk diikuti. Dan beberapa acara / video / tulisan bukan lah merupakan suatu hal yang pantas untuk diikuti khusus nya untuk saya. Mungkin acara tersebut lebih tepat ditujukan untuk orang - orang sudah memiliki usaha langsung. Bahkan beberapa malah menyesatkan saya dalam usaha membangun start up.
Partner Startup
Salah satu pembicara yang sangat terkenal dan sering menjadi pembicara pada podcast yang ada pada stanford enterpreneur corner. yaitu Guy Kawasaki. Beliau memiki konsep yang membuat saya menjadi terpatok pada pemikiran nya. Beliau memiliki suatu pendapat bahwa untuk membangun startup business selayaknya tidak sendiri. Paling tidak ada 3 orang dalam satu team dalam memulai suatu start up business.
Saya pun awal nya berpikiran sama seperti beliau. Berusaha untuk mencari team yang dapat diajak untuk bekerja sama. waktu kemarin saya memikili team yang saya pikir cukup kuat. 3 orang yang memiliki back ground berbeda bekerja saya untuk mebuat suatu startup. Tapi ternyata suatu konsep tidak lah selalu sesuai dengan kenyataan yang ada. Satu persatu team member mengundurkan diri dalam project tersebut. Hingga akhir nya saya pun tinggal seorang diri.
Project yang terlalu besar
Dengan sedikit berat hati saya pun tetap melanjutkan project tersebut. Project tersebut dapat dibilang project yang cukup besar untuk dilakukan oleh team kecil. Bahkan kalau saya hitung, project tersebut dapat dilakukan oleh 10 orang bekerja fulltime itu pun menbutuhkan waktu yang cukup lama. mungkin setengah tahun.
Ide tanpa eksekusi yang baik
Beberapa hal yang sangat saya kecewakan pada team saya kemarin adalah kegiatan menggali ide tanpa suatu eksekusi yang baik.Bahkan saya sempat mengatakan bahwa suatu ide yang brilian tidak akan membuat program menjadi nyata. Tapi untuk membuat suatu program kita harus menuangkan ide tersebut kedalam ribuan baris code.
Kemarin saya sempat membaca suatu artikel , pada artikel tersebut dijelaskan bahwa suatu ide tidak akan membuat anda menjadi kaya. tapi eksekusi lah yang tepat lah yang membuat anda menjadi berharga.
Ketakutan untuk mencoba kembali
Setelah pengalaman tersebut, saat ini saya menjadi sangat terbebani oleh pemikiran saya sendiri. terkadang saya malah "takut" untuk memulai pemikiran baru. Karena takut akan kegagalan demi kegagalan dalam membangun ide menjadi suatu startup.
Beberapa hari kemarin, saya mencoba membangun diri saya kembali. Menelaah setiap sisi yang membuat saya gagal. Sampai akhir nya saya mencoba kembali untuk memberanikan diri untuk mencoba kembali menuangkan ide untuk dijadikan suatu start up. Setelah itu saya pun memiliki beberapa prinsip untuk memulai start up itu :
- Semakin sedikit membaca berita start up. Saya hanya mengikuti berita mainsteam seperti perkembangan google, apple. Tidak terlalu banyak kembali membaca berita - berita untuk start up. Terkadang kalau melihat ide kita sudah ada yang menerapkan, membuat kita menjadi down, bahkan terkadang kita bisa menanguhkan ide kita dan development yang sudah berjalan.
- Berusaha berjalan sendiri. Dengan pengalaman kemarin, sekarang saya befikir untuk berjalan sendiri. Kalaupun ada orang yang saya ajak bergabung, bukan lah orang yang saya buat menjadi suatu core dari team. Saya tetap hanya menganggap saya sebagai sole member dari project. Sehingga saya tidak terlalu banyak bergantung pada orang lain. Tapi lebih membebankan
- Memulai project kecil. Saat ini saya mencoba untuk memulai project yang tidak terlalu besar. Dan project tersebut cukup kecil untuk dilakukan oleh satu orang. Ide - ide yang saya buat skrng, lebih pada penggunaan pribadi. Semoga nanti dengan penggunaan pribadi saya bisa mem-persue teman - teman untuk menggunakan program yang saya buat.
- Mengeksekusi ide tersebut (terpenting). Sehebat apapun ide kita, tetap saya ide tersebut tidak berarti apa - apa tanpa suatu eksekusi.Suatu ide yang brilian dan eksekusi yang baik pasti akan menghasilkan product yang luar biasa.
- Berkomitment pada project. Ini hal yang sangat susah dilakukan.Agar kita tetap fokus pada project, kita harus berkomitment terhadap project tersebut. Pada hari libur, pasti otak jg bakal ikutan berlibur.Komitmen tersebut akan membuat kita bekerja lebih keras, mengerjakan project sebelum tidur. Tidak ikut jalan pada week end dengan teman, tapi mengisi nya dengan mengerjakan project. Walaupun lambat yang penting tetap mengerjakan project tersebut.
Monday, March 7, 2011
Perbedaan == dengan === pada PHP
PHP merupakan sebuah bahasa pemrograman yang unik. Salah satu keunikan dari PHP adalah operator == (equals) dan === (indentical). Kedua operator tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Operator == (equals) akan memberikan nilai true jika nilai dari kedua variable yang dibandingkan memiliki nilai yang sama.
contoh :
Sedangkan operator === (identical) akan berlaku berbeda
contoh :
contoh :
var_dump (100 == "100"); var_dump (1 == true); var_dump (0 == false);ekspresi diatas akan mengembalikan nilai true walaupun jika dilihat semua variable yang dibandingkan diatas memiliki nilai yang tidak sama.
Sedangkan operator === (identical) akan berlaku berbeda
contoh :
var_dump (100 === "100"); var_dump (1 === true); var_dump (0 === false);Semua ekspresi diatas akan menghasilkan nilai false. Berbeda dengan operator equals, operator identical tidak hanya membandingkan nilai dari kedua variable tapi juga membandingkan tipe dari variable tersebut.
Thursday, March 3, 2011
Basic Http Authentication [Tomcat]
Basic authentication jg disupport oleh tomcat. Cara implementasi nya sedikit berbeda dengan basic authentication pada glassfish (http://agungbayuiswara.blogspot.com/2011/03/basic-http-authentication-sun-glassfish.html).
Untuk mengimplementasikan basic authentication pada tomcat, kita hanya perlu menambahkan beberapa line pada tomcat-user.xml pada folder instalasi tomcat, pada tempat saya berada pada D:\tomcat6\conf\tomcat-user.xml)
Untuk mengimplementasikan basic authentication pada tomcat, kita hanya perlu menambahkan beberapa line pada tomcat-user.xml pada folder instalasi tomcat, pada tempat saya berada pada D:\tomcat6\conf\tomcat-user.xml)
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!--
Licensed to the Apache Software Foundation (ASF) under one or more
contributor license agreements. See the NOTICE file distributed with
this work for additional information regarding copyright ownership.
The ASF licenses this file to You under the Apache License, Version 2.0
(the "License"); you may not use this file except in compliance with
the License. You may obtain a copy of the License at
http://www.apache.org/licenses/LICENSE-2.0
Unless required by applicable law or agreed to in writing, software
distributed under the License is distributed on an "AS IS" BASIS,
WITHOUT WARRANTIES OR CONDITIONS OF ANY KIND, either express or implied.
See the License for the specific language governing permissions and
limitations under the License.
-->
<tomcat-users>
<!--
<role rolename="tomcat"/>
<role rolename="role1"/>
<user username="tomcat" password="tomcat" roles="tomcat"/>
<user username="both" password="tomcat" roles="tomcat,role1"/>
<user username="role1" password="tomcat" roles="role1"/>
-->
<role rolename="user"/>
<user username="user" password="password" roles="user" />
<user password="jegbagus" roles="manager,admin" username="jegbagus"/>
</tomcat-users>
Konfigurasi pada web.xml sendiri kurang lebih sama dengan implementasi pada glassfish.Sehingga source pada glassfish jg bisa digunakan untuk implementasi basic authentication pada tomcat.
Basic Http Authentication [Sun Glassfish]
Basic authentication merupakan salah satu jenis dari HTTP authentication.Sesuai dengan nama nya basic authentication berfungsi untuk mengauthentikasi user sebelum mengakses resource yang akan dilindungi oleh basic authentication ini.
Implementasi basic authentication pada setiap web server berbeda - beda.
Konfigurasi proteksi resource jg harus didefinisikan pada web.xml, seperti berikut :
Akses dibatasi oleh http basic authentication
- Implementasi basic authentication pada SunGlassFish :
Untuk mengaktifkan basic authentication pada sun glassfish, kita perlu menambahkan file sun-web.xml yang selevel dengan web.xml
<security-role-mapping>
<role-name>user</role-name>
<principal-name>user</principal-name>
<group-name>user</group-name>
</security-role-mapping>
Dan kemudian tambahkan user pada security configurasi pada glashfish.
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE web-app PUBLIC "-//Sun Microsystems, Inc.//DTD Web Application 2.3//EN" "http://java.sun.com/dtd/web-app_2_3.dtd">
<web-app>
<display-name>basic auth</display-name>
<description>basic auth</description>
<servlet>
<servlet-name>viewhello</servlet-name>
<servlet-class>com.jegbagus.servlet.HelloServlet</servlet-class>
</servlet>
<servlet-mapping>
<servlet-name>viewhello</servlet-name>
<url-pattern>/view/hello</url-pattern>
</servlet-mapping>
<!-- HTTP authentication -->
<security-constraint>
<display-name>View Hello</display-name>
<web-resource-collection>
<web-resource-name>viewhello</web-resource-name>
<description>viewhello</description>
<url-pattern>/view/*</url-pattern>
<http-method>GET</http-method>
<http-method>POST</http-method>
</web-resource-collection>
<auth-constraint>
<description>view hello</description>
<role-name>user</role-name>
</auth-constraint>
</security-constraint>
<login-config>
<auth-method>BASIC</auth-method>
<realm-name>Application View Hello</realm-name>
</login-config>
<!-- HTTP authentication -->
</web-app>
Web.xml tersebut, kita bermaksud memproteksi
url view/* dari public akses dan hanya memperbolehkan user "user"
yang didefinisikan pada web-server untuk mengakses url tersebut.
contoh code dari http basic auth untuk glassfish ini dapat didownload di : http://example-code.googlecode.com/files/http-basic-auth.zip
Subscribe to:
Comments (Atom)
